Selain itu, Ahok juga mempertanyakan tentang bias gender yang ada di Indonesia. Pertanyaan itu muncul setelah ia bertemu dengan Melanie Schultz van Haegen-Maas Geesteranus, Menteri Infrastruktur dan Lingkungan Belanda.
Ahok menyebutkan, ibu dari menteri tersebut berdarah Ambon, sementara Menteri Melanie sendiri mendapat gelar doktorandus, lalu pada 2002, sudah menjadi Wakil Menteri.
Mengetahui itu, Ahok mengaku heran kenapa di Indonesia, gelar akademis untuk perempuan bukan doktorandus tapi doktoranda. Gubernur yang kerap bicara ceplas-ceplos ini juga terkesima saat melihat demokrasi di Belanda memungkinkan seseorang menjadi pemimpin. Ia menyebut nama Ahmed Aboutaleb, pria kelahiran Maroko beragama Islam yang menjadi Wali Kota Rotterdam, Belanda. Terakhir, Ahok mengaku merasa geli saat ia mengetahui bus dan trem di Belanda penuh dengan mahasiswa. Ia menebak, para generasi muda ini lebih memilih menggunakan transportasi umum daripada kendaraan pribadi karena bus dan trem dilengkapi akses Internet.
Prediksi Bola Huddersfield Town vs Nottingham Forest 25 September 2015
Prediksi Chelsea Vs Liverpool
Prediksi Skor Napoli vs Juventus 27 September 2015
Rochdale Vs Stoke City
Prediksi Sheffield vs Tottenham Hotspur 29 Januari 2015

